Apakah Sipilis Itu? Dan Apakah Gejalanya?

Sipilis adalah salah satu jenis penyakit menular seksual (PMS) yang disebabkan oleh adanya infeksi bakteri yang dikenal dengan Treponema pallidum yang paling umumnya disebarkan oleh berbagai macam aktivitas seksual seperti seks vaginal, anal maupun oral dengan seseorang yang sudah terinfeksi.

Bahkan terkadang penyakit sipilis bisa ditularkan ke orang lain melalui ciuman berkepanjangan atau kontak tubuh yang erat dan meskipun penyakit ini menyebar dari luka, namun sebagian besar luka tersebut tidak dikenali dan akhirnya bisa membuat seseorang yang terinfeksi tidak menyadari bahwa mereka telah menularkan kepada pasangan seksualnya.

Selain itu ternyata pada wanita hamil dengan penyakit ini bisa menularkannya ke bayi mereka dimana sipilis tersebut dinamakan sipilis sifilis kongenital yang ternyata bisa menyebabkan kelainan atau bahkan kematian pada bayi yang baru lahir.

Apakah Gejala Sipilis Itu?

Pada umumnya gejala penyakit sipilis atau raja singa itu bisa berbeda-beda dan hal tersebut tergantung pada beberapa tahapan sipilis dan pada masing-masing tahapan biasanya terdapat gejala yang mungkin berbeda-beda diantaranya adalah sebagai berikut:

Gejala Sifilis Dini Atau Primer

Seseorang yang mengalami sifilis primer akan mengalami satu atau lebih luka yang disebut chancre tanpa rasa sakit dan biasanya chancre tersebut terjadi pada alat kelamin atau di dalam atau di sekitar mulut atau di suatu tempat lainnya antara 10-90 hari (rata-rata tiga minggu) setelah seseorang terpapar.

Perlu Anda ketahui bahwa biasanya chancre sendiri mengandung banyak bakteri yang sangat menular, sehingga setiap kontak langsung dengan chancre dapat menyebarkan infeksi dan jika chancre tersebut berada di mulut maka dapat ditularkan melalui berciuman, dan jika sifilis pada tahap ini tidak segera diobati maka dapat berkembang ke tahapan sifilis selanjutnya.

Gejala Sipilis Tahap Sekunder

Biasanya gejala pada tahap sekunder ataupun tahap kedua bisa berlangsung satu sampai tiga bulan dan dimulai dalam enam minggu sampai enam bulan setelah seseorang terinfeksi, biasanya gejalanya adalah seseorang dengan sifilis sekunder mengalami luka ruam berwarna kemerahan pada telapak tangan dan telapak kaki.

Namun, ruam dengan penampilan berbeda bisa terjadi pada bagian tubuh yang lain, terkadang menyerupai ruam yang disebabkan oleh penyakit lain.

Selain itu seseorang mungkin juga bisa mengalami gejala seperti timbulnya kutil yang lembab di pangkal paha, bercak putih di bagian dalam mulut, kelenjar getah bening yang membengkak, demam, dan penurunan berat badan.

Dan jika sipilis ini tidak segera diobati maka bisa maju ketahapan sifilis laten dan si sinilah infeksi bisa tertidur tidak aktif tanpa menimbulkan gejala.

Gejala Sifilis Tersier

Jika infeksi tidak segera diobati maka penyakit ini kemudian dapat berlanjut ke stadium yang ditandai dengan masalah berat dengan jantung, otak, dan saraf yang dapat menyebabkan kelumpuhan, kebutaan, demensia ,tuli, impotensi, dan bahkan kematian jika tidak diobati.

Lalu, Bagaimanakah Cara Mengobati Sipilis?

Biasanya untuk mengobati sipilis ada baiknya harus dilakukan oleh dokter spesialis penyakit kelamin, dan biasanya dokter akan memberikan antibiotik yang berupa suntikan kepada pasien yang mengalami penyakit ini. Namun, jika Anda alergi terhadap penisilin maka dokter Anda mungkin meresepkan antibiotik lain pada tahap awal sifilis.

Akan tetapi Jika Anda hamil dan berpikir Anda mungkin alergi terhadap penisilin, maka diskusikan kembali alergi Anda dengan dokter Anda, lalu bagaimanakah antibiotik itu bekerja? Biasanya Antibiotik bekerja untuk menghancurkan bakteri yang menyebabkan sifilis.

Perlu Anda ketahui juga bahwa jumlah antibiotik yang digunakan dan seberapa sering antibiotik dikonsumsi berdasarkan stadium penyakit sipilis, misalnya jika neurosifilis ada Anda perlu mengkonsumsi antibiotik selama 10 hari sampai 2 minggu.

Seberapa Baik Antibiotik Ini Bekerja?

Pengobatan dengan penisilin sebagian besar bisa menyembuhkan kasus sifilis pada tahap apapun, selain itu antibiotik mencegah komplikasi sifilis lebih lanjut namun tidak dapat membalikkan kerusakan yang telah terjadi akibat penyakit ini.

Selain itu jika infeksi human immunodeficiency virus (HIV) juga hadir pada saat pengobatan maka pemeriksaan lanjutan dan tes darah harus dilakukan juga.