penyebab hipertensi

Penyebab, Gejala dan Cara Mengatasi Hipotensi yang Tepat

Hipotensi adalah keadaan dimana tekanan darah di dalam arteri lebih rendah dibandingkan dengan normalnya. Biasanya orang menyebut hipotensi ini adalah tekanan darah rendah.

Saat tekanan darah menjadi rendah, maka terbatasnya jumlah darah yang mengalir ke otak dan juga organ lainnya bisa saja terjadi. Tubuh akan merasa tidak stabil, kepala terasa pusing dan bahkan bisa mengalami pingsan.

Tekanan darah yang normal yaitu antara 90/60 dan 140/90. Biasanya penderita hipotensi memiliki tekanan darah di bawah 90/60, dan akan dibarengi dengan gejala-gejala hipotensi.

Apakah yang Mengjadi Penyebab Hipotensi?

Ada banyak sekali faktor yang bisa menjadi penyebab hipotensi, seperti usia, sedang melakukan pengobatan ataupun karena kondisi cuaca. Selain itu bisa juga dikarenakan kondisi ataupun penyakit-penyakit tertentu.

A. Efek Samping Pengobatan
Obat-obatan tertentu bisa menyebabkan turunnya tekanan darah. Seperti misalnya obat antidepresi, obat anti-hipertensi, obat penghambat enzim pengubah angiotensin (ACE Inhibitor), dan juga obat diuretik.

B. Kehamilan
Pada saat hamil, biasanya tekanan darah akan lebih rendah. Hal ini dikarenakan sistem peredaran darah yang berkembang lebih cepat.

C. Ketidakseimbangan Hormon
Penyakit diabetes ataupun Addison bisa menyebabkan gangguan pada produksi hormon. Hal ini bisa mengakibatkan keseimbangan kadar air dan mineral tubuh, bahkan tekanan darah menjadi menurun.

D. Penyakit Saraf
Penyakit Parkinson ataupun penyakit saraf lainnya bisa menyebabkan hipotensi saat menjangkiti sistem saraf yang mengontrol fungsi tubuh otonom, seperti halnya mengendalikan tekanan darah.

E. Penyakit Jantung
Penyakit jantung dapat menyebabkan darah tidak dapat dipompa dengan baik ke seluruh tubuh. Hal inilah yang membuat tekanan darah menjadi menurun.

F. Hipotensi Ortostatik
Gejala dari hipotensi ortostatik biasanya akan muncul ketika Anda berubah posisi secara tiba-tiba. Seperti misalnya ketika Anda berdiri dari posisi Anda duduk atau berbaring. Biasanya penderitanya akan mengalami penurunan tekanan sistolik sebanyak 15-30 mm Hg.

Apakah Gejala Hipotensi?
Jika tekanan darah cukup rendah, biasanya gejala-gejala berikut ini akan mulai dirasakan oleh penderitanya:

• Jantung berdebar-debar secara kencang dan juga tidak teratur
• Kepala terasa pusing
• Lemas
• Mual
• Mulai kehilangan keseimbangan
• Pandangan mulai buram
• Pucat dan badan terasa dingin
• Napas pendek
• Dehidrasi
• Pingsan

Jika Anda mengalami gejala-gejala ini, usahakan untuk langsung duduk ataupun berbaring. Jangan lupa untuk mengonsumsi air putih, karena dengan hal-hal tersebut biasanya gejala-gejala tersebut akan hilang. Kemudian lakukan pengukuran tekanan darah Anda, untuk mengetahui apakah memang Anda memiliki hipotensi.

Lalu, Bagaimana Cara Mengatasi Hipotensi?
Bila Anda mengalami hipotensi, ada beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk mengatasinya. Seperti menghindarkan konsumsi minuman beralkohol dan perbanyak konsumsi air putih. Selain minuman beralkohol, Anda juga harus mengurangi minuman berkafein.

Konsumsi lah makanan dalam porsi kecil, hal ini lebih baik dibandingkan dengan mengonsumsi makanan dalam jumlah besar dengan frekuensi yang jarang. Tingkatkan juga asupan garam dalam tubuh, agar mencegah terjadinya hipotensi.

Penderita hipotensi juga tidak dianjurkan untuk berdiri terlalu lama. Selain itu, jika Anda mengonsumsi obat yang berefek samping menyebabkan hipotensi, mintalah dokter untuk mengubah dosis obat ataupun memberikan alternatif obat yang lain.
Pengobatan untuk hipotensi biasanya diberikan tergantung dengan penyebab dasarnya. Biasanya obat akan diberikan agar jumlah darah bertambah atau untuk mempersempit arteri agar tekanan darah meningkat.

Berbagai Macam Makanan Untuk Penderita Hipotensi

1. Susu Almond
Almond dapat meningkatkan fungsi kelenjar adrenal untuk memperlancar aliran darah bagi penderita hipotensi. Caranya cukup mudah, rendam 4-5 almond di air selama semalaman, kemudian lepaskan kulitnya dan blender.

2. Jus Wortel
Selain kaya akan vitamin A, sayuran ini juga bisa untuk meningkatkan sirkulasi darah dan mengaturnya agar tekanan darah menjadi lebih stabil. Anda hanya perlu mengkonsumsi jus wortel ini dengan ditambah dua sendok makan madu saat perut dalam keadaan kosong sebanyak dua kali sehari, saat pagi ataupun sore.

3. Lemon
Lemon yang kaya akan antioksidan ini bisa dimanfaatkan untuk mengatur sirkulasi dan menjaga tekanan darah. Saat Anda merasa kelelahan, minumlah segelas air perasan lemon yang dicampur dengan sedikit gula atau garam. Campuran tersebut sangat bauk untuk mengontrol tekanan darah Anda.

4. Kismis
Sama halnya dengan almond, kismis juga dapat membantu untuk meningkatkan fungsi kelenjar adrenal. Caranya, rendam 30-40 kismis di secangkir air selama semalaman, dan makanlah kismis tersebut di pagi hari saat perut masih kosong.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *